Hirudo Khusus Penyakit Jantung

Begitu besar kasih Tuhan pada manusia dan seluruh alam semesta.  Telah disediakan berbagai tumbuhan sebagai bahan untuk obat sebelum penyakit itu terjadi. Berdoalah dan mintalah kesembuhan hanya kepada-Nya. Melalui kebesaran Tuhan Yang Maha Kuasa, kami diberi satu kelebihan dari yang lain dalam hal terapi pengobatan berbagai penyakit jantung. Semua kesembuhan pada pasien Terapi Hirudo terjadi sesuai kehendakNYA.

About

Tentang Kami

Pada awal berdirinya, pengobatan ini bernama “Klinik Dewa” yang berlokasi di Medan dari tahun 2000 sampai tahun 2004. Pada tahun 2005, pengobatan ini pindah ke Jakarta didaerah Makaliwe, Grogol Pada tahun 2009 dan sampai saat ini (2022) di Mall Seasons City. berubah nama menjadi “Klinik Hirudo”. Berdasarkan panduan dari dinas kesehatan, nama pengobatan ini berubah menjadi “Terapi Hirudo”. Mulai Januari 2018, Tidak menggunakan  terapi lintah lagi. Pengobatan dengan konsumsi ramuan herbal. Lebih praktis dan pasien cukup datang pada kunjungan pertama saja. Selanjutnya herbal cair akan dikirim untuk luar kota via kargo pesawat Garuda jabodetabek via Gojek. untuk ramuan herbal kering dikirim via JNE/Tiki.

Metode pengobatan ini memberi pemulihan kesehatan yang dapat dirasakan dari hari demi hari. 9 dari 10 pasien dengan berbagai jenis keluhan penyakit jantung tersembuhkan dalam masa terapi 3 sampai 6 bulan. Pasien disarankan untuk melakukan pengecekan ulang ke dokter dan rumah sakit. Pemeriksaan rekam jantung dapat berupa EKG, Echo, CT Scan, atau kateter. Rekam medis tersebut dapat dibandingkan dengan pemeriksaan sebelum mengikuti pengobatan ini. Hasil pengobatan dapat berbeda karena faktor usia. Walaupun pasien menderita penyakit jantung yang sama.

Manfaat Ramuan Herbal Hirudo :

  • Membuat darah (platelets) tidak mudah pecah atau menggumpal
  • Menguatkan dinding pembuluh darah (endothelium) tidak mudah ditembus oleh zat yang merusak dinding pembuluh darah
  • Mengencerkan darah menurunkan tekanan darah tinggi
  • Melancarkan sirkulasi darah dan oksigen ke seluruh tubuh
  • Mencegah/mengobati penyakit aterosklerosis, yaitu suatu keadaan dimana pembuluh darah menyempit akibat plak sehingga aliran darah dan oxsigen terganggu
  • Melenturkan pembuluh darah jantung yang kaku
  • Menurunkan ketegangan saraf jantung
  • Menurunkan kadar superoksida yang merusak jaringan otot jantung
  • Mencairkan plak, kalsium, gula, dan kolesterol dalam pembuluh darah coroner,arteri maupun saraf mikro

 

Bagaimana terjadinya penyakit jantung

Anda dilahirkan dengan pembuluh darah yang bersih dan lentur. Peredaran darah masih bekerja secara normal. Kondisi pembuluh darah tidak berubah dalam waktu singkat melainkan secara perlahan-lahan semenjak remaja hingga dewasa. Hal ini dipengaruhi oleh pola hidup seseorang yang menyebabkan perubahan pada pembuluh darah. Pembuluh darah arteri maupun mikro secara perlahan-lahan tersumbat dan mengeras oleh nutrisi yang disimpan dalam tubuh. Nutrisi tersebut dapat berupa kolestrol, gula, kalsium, dan zat lainnya. Ditambah dengan bertambahnya usia, aterosklerosis / pengerasan pembuluh darah, mendukung terjadinya berbagai penyakit jantung.

Gejala – gejala penyakit jantung

Keluhan/gejala tersebut yang umumnya dirasakan pasien :

  • Wajah pucat
  • Sulit tidur
  • Tersentak dan terbangun dari tidur
  • Tidur harus dengan 2-3 bantal atau lebih
  • Terasa tercekik
  • Sesak didada
  • Sulit / sesak nafas
  • Tarik nafas kadang tidak nyambung
  • Rasa tidak nyaman didada
  • Rasa panas didada hingga kebatang leher
  • Jantung berdebar-debar
  • Nyeri / sakit didada
  • Nyeri yang tembus kepunggung
  • Detak / irama jantung tidak beraturan
  • Dada sakit seperti tertindih beban berat
  • Nyeri seperti tertusuk / teriris
  • Tenaga hilang
  • Mudah lelah
  • Sangat lelah bila bergerak / berjalan
  • Tidak kuat naik tangga
  • Gampang kaget
  • Ketakutan yang tanpa sebab
  • Rasa takut dikeramaian
  • Badan, tangan dan kaki berkeringat
  • Keringat dingin
  • Dingin ditangan / dikaki / diwajah
  • Kaki bengkak
  • Batuk terus menerus
  • BAB tidak lancar
  • Perut kembung

Pengobatan Terapi Hirudo

Terapi Hirudo adalah satu-satunya pengobatan alternatif khusus penyakit jantung di Indonesia yang bisa dirasakan perkembangnya dari hari ke hari dengan ramuan herbal. Masa pengobatan berkisar antara 90-180 hari (3-6 bulan). Para mantan pasien yang telah mengikuti pengobatan di Terapi Hirudo bila mana ada keluhan tidak akan seberat seperti sebelum berobat. Perlu diketahui bilamana thrombus / plak disaluran pembuluh darah sekali dicairkan akan butuh waktu yang lama untuk bisa menyempit kembali. Pengobatan ini sangat membantu para pasien penyakit jantung yang masih ada keluhan pasca tindakan medis seperti: balon, stentringby pass, ex-pasang alat pacu maupun abrasi. Jarang sekali pasien yang telah mengikuti terapi di Hirudo sampai perlu dipasang ring atau melakukan tindakan medis lainnya.

Proses perkembangan kondisi jantung pasien setelah minum ramuan herbal adalah sebagai berikut :

  • Pada masa 1-7 hari, kondisi keluhan-keluhan yang dialami pasien sudah mulai berkurang.
  • Pada masa 7-14 hari, lakukan tes EKG dirumah sakit pilihan anda.  akan kelihatan  perbaikan kondisi
  • Pada masa 30-60 hari, minta di Echo dan Treadmill.
  • Pada masa 60-90 hari, disarankan jantung di CT Scan atau Kateter. kondisi jantung yang lebih prima.

Rata-rata rekam medis para pasien akan membaik dan normal kembali. Disarankan juga untuk melakukan pengecekan darah di laboratorium. Pasien harus mengerti apa saja terapi yang diberikan dan bagaimana hasilnya. Terapi Hirudo tidak akan menjanjikan hasil pengobatan yang bisa menimbulkan harapan palsu, penyakit jantung apapun kondisinya masih mungkin dipulihkan.

Lebih dari setengah pasien pembuluh darah jantung, hidup dengan mengunakan obat-obatan yang tidak menyembuhkan namun hanya meredakan gejalanya saja. Keuntungannya tidak lebih ringan dari resikonya. Berdasarkan pada sebuah penelitian di AS, *“Hasil penelitian mengenai kematian mendadak di Baltimore, menunjukkan bahwa 60% dari orang yang memiliki penyakit jantung mati mendadak. 13% kematian karena penyakit jantung dalam penelitian itu telah memeriksakan diri ke dokter dan dinyatakan sehat atau tidak memiliki penyakit jantung.”

*Sumber: http://circ.ahajournals.org/content/circulationaha/34/6/1056.full.pdf

Keunggulan pengobatan pasien penyakit jantung kami dimana 9 dari 10 pasien mulai membaik / sembuh paling lama pada kunjungan ketiga. Tidak semua pasien sembuh seperti yang diinginkan atau normal 100 %. Tapi sebagian besar cukup memuaskan tanpa keluhan yang mengganggu lagi.

Perbandingan sebelum dan sesudah minum ramuan herbal Hirudo

Sebelum Minum Ramuan Herbal Hirudo Sesudah Minum Ramuan Herbal Hirudo
Ada plak di saluran yg perlu dilakukan pemasangan ring atau by pass, sebagian masih lunak. Plak tersebut menyempitkan saluran sebesar 70-90% berdasarkan hasil pemeriksaan kateter Setelah minum ramuan herbal Hirudo selama 3 s/d 6 bulan. Hasil kateter menunjukkan perubahan yang sangat mengejutkan. Plak hanya tersisa 30-50%. Hasil setiap pasien akan berbeda-beda.
Mengapa setelah pemasangan ring maupun by pass tidak lama kemudian masih ada keluhan? Karena tindakan dilakukan pada saluran yang terhambat saja (menyempit). Terapi Hirudo mengobati dari darah dan system sirkulasi. Sehingga semua saluran besar, kecil maupun micro akan terbuka dan kualitas kerja jantung akan membaik kembali.
CT Scan jantung menunjukkan serabut halus pembuluh darah yang terhambat sehingga terlihat hanya sebagian. CT Scan setelah pengobatan 3 s/d 6 bulan menunjukkan saraf koroner dan serabut halus yang terlihat jelas.
Pasien gangguan jantung biasanya minum obat penenang / anti depresi. Karena rasa takut tanpa sebab dan kecemasan berlebih. Setelah minum ramuan Hirudo dalam 2 minggu, tidak diperlukan lagi obat penenang tersebut. Karena kondisi pasien sudah lebih stabil dan percaya diri.
Pasien yang memakai oksigen karena sesak dan sulit bernafas. Setelah pengobatan 1 s/d 2 minggu tidak memerlukan lagi bantuan oksigen.

Apa Saja Hal Yang Menyebabkan Kematian Terbanyak Di Dunia Saat Ini?

Berdasarkan Data Dari Organisasi Kesehatan Duna WHO (World Health Organization) Penyebab Kematian Terbanyak Tersebut Adalah:

Serangan Jantung dan Problem Seputarnya Menjadi Pembunuh Nomor Satu Di Dunia Dengan Total Persentase 29 Persen Total Kematian Global Setiap Tahunnya.

Penyakit Jantung. 30% Kematian Dunia Disebabkan oleh Penyakit Jantung?

Menurut WHO, 17,5 juta (30%) dari 58 juta kematian di dunia, disebabkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah pada tahun 2005. Dari seluruh angka tersebut, penyebab kematian antara lain disebabkan oleh serangan jantung (7,6 juta penduduk), stroke (5,7 juta penduduk), dan selebihnya disebabkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah (4,2 juta penduduk).

Berdasarkan seluruh data yang telah dikumpulkan dari WHO, pada tahun 2015 diperkirakan kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah meningkat menjadi 20 juta jiwa. Kemudian akan tetap meningkat sampai tahun 2030, diperkirakan 23,6 juta penduduk akan meninggal akibat penyakit jantung dan pembuluh darah. Angka yang cukup besar mengingat penyakit jantung dan pembuluh darah dikategorikan sebagai penyakit tidak menular. Penyakit ini sebenarnya dapat dimodifikasi dan dicegah!

Penyebab Kematian di Dunia (WHO, 2005)

Penyebab Kematian Akibat Penyakit Jantung di Dunia (WHO, 2005)

Indonesia : 59,5% Kematian Akibat Penyakit Tak Menular, Termasuk Jantung.

Di Indonesia, sebagai salah satu negara berkembang ternyata masih berjuang menghadapi pelbagai masalah kesehatan. Penyakit infeksi masih menjadi prioritas utama dalam pembangunan kesehatan, di sisi lain perubahan gaya hidup yang serba cepat tidak menahan laju perkembangan penyakit tidak menular seperti penyakit jantung dan pembuluh darah. Hal ini diperkuat dengan data yang diperoleh pada tahun 2007, angka kematian akibat penyakit jantung dan tidak menular pada tahun 1995 sebesar 41,7% meningkat menjadi 59,5% pada tahun 2007.

Kalimantan Selatan “Juara Hipertensi”

Penyakit hipertensi sebagai salah satu “kawan” dari penyakit jantung, ternyata dinilai cukup tinggi di Indonesia. Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007, angka kejadian atau prevalensi penduduk Indonesia berusia di atas 18 tahun dengan hipertensi adalah sebesar 31,7%. Ternyata hipertensi tidak hanya terjadi pada penduduk berusia di atas 18 tahun, namun juga pada penduduk berusia 15-17 tahun. Jika dilihat berdasarkan kriteria hipertensi sesuai JNC VII, terdapat 4050 (8,4%) penduduk berusia 15-17 tahun dengan hipertensi. Prevalensi hipertensi tertinggi berdasarkan provinsi terdapat di Kalimantan Selatan (39,6%), dan terendah di Papua Barat (20,1%).

Hasil dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 memperlihatkan bahwa prevalensi beberapa penyakit jantung dan pembuluh darah seperti hipertensi sangat tinggi yaitu 31,7%, diikuti stroke sebesar 8,3% dan penyakit jantung sebesear 7,2% per 1.000 penduduk.

Aceh “Juara Stroke”

Penyakit kardiovaskular juga erat kaitannya dengan penyakit stroke. Di Indonesia, angka prevalensi stroke juga cukup tinggi yaitu sekitar 72,3%, dengan provinsi Aceh menduduki angka prevalensi tertinggi yaitu 16,6% dan terendah di Papua (3,8%).

Data Riskesdas memperlihatkan bahwa penyebab kematian utama untuk semua umur adalah stroke (15,4%), hipertensi (6,8%), penyakit jantung iskemik (5,1%), dan penyakit jantung lainya (4,6%). Angka kematian pada kelompok usia 45-54 tahun di daerah perkotaan akibat stroke sebesar 15,9%, kemudian penyakit jantung sistemik sebesar 8,7% dan hipertensi serta penyakit jantung lainya sebesar 7,1%. Sementara itu di pedesaaan, angka kematian tertinggi diakibatkan oleh penyakit menular yaitu tuberkulosis (TBC) diikuti oleh stroke sebesar 11,5% dan hipertensi 9,2% dan penyakit jantung iskemik 8,8%.

Pada penduduk usia 55-64 tahun yang tinggal di daerah perkotaan, stroke tetap menjadi penyebab kematian utama (26,8%), kemudian penyakit jantung iskemik (5,8%), hipertensi (8,1%), dan penyakit jantung lainnya (4,7%).

Bagaimana dengan penduduk di pedesaan? Ternyata pola penyebab kematian di pedesaan dan perkotaan menunjukkan pola yang serupa dengan stroke (17,8%) sebagai penyebab kematian utama, diikuti oleh beberapa penyebab lain antara lain hipertensi (11,4%), penyakit jantung iskemik (5,7%), dan penyakit jantung lain (5,1%).

Benarkah Penyakit Jantung adalah Penyakit Orang Kaya?

Masalah lain yang harus dihadapi adalah kenyataan bahwa semakin meningkatnya usia, diikuti dengan meningkatnya jenis penyakit yang menghampiri. Hal ini  membuat beban terhadap ekonomi penderita dimana usia lanjut kebanyakan mengalami penurunan produktifitas, sehingga beban ekonomi yang ditanggung akan meningkat. Faktor ekonomi tidak memiliki korelasi terhadap penyakit jantung dan pembuluh, tidak sedikit penderita penyakit jantung dan pembuluh berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, kurang, sampai tidak mampu. Ketidaktahuan terhadap faktor resiko penyakit jantung, dan gaya hidup yang serba cepat menjadi salah satu penyebab tingginya angka penyakit jantung dan pembuluh.

Berdasarkan data Riskesdas pada tahun 2007, menunjukan prevalensi terhadap beberapa faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, seperti berat badan lebih (obesitas) 19,1% dan obesitas sentral 18,8%, diabetes mellitus ( kencing manis ) di daerah perkotaan 5,7%, konsumsi makanan asin (24,5%) dan makanan berlemak tinggi (12,8%), kurang mengkonsumsi serat seperti buah-buahan dan sayuran  (93,6%), kurang aktivitas fisik 48,2%, gangguan mental emosional 11,6%, perokok aktif setiap hari 23,7%, dan konsumsi alkohol dalam 12 bulan terakhir sebesar 4,6%.

Seperti kita ketahui, aktivitas fisik secara teratur bermanfaat untuk mengatur berat badan dan menguatkan sistem jantung dan pembuluh darah. Data Riskesdas 2007 juga memperlihatkan bahwa di Indonesia 48,2% penduduk ternyata kurang melakukan aktivitas fisik. Berdasarkan provinsi, Kalimantan Timur (61,7%) dan Riau (60,2%) merupakan dua provinsi dengan aktivitas fisik paling tinggi. Sedangkan provinsi Nusa Tenggara Timur (27,3%), Sulawesi Tengah (39,4%), dan Bengkulu (40,1%) merupakan provinsi dengan aktivitas fisik kurang. Kategorisasi aktivitas fisik dilihat dari aktivitas fisik yang dilakukan dalam seminggu terakhir untuk penduduk usia 10 tahun ke atas. Dikatakan “cukup” bila dilakukan terus-menerus sekurangnya 10 menit dalam satu  kegiatan tanpa henti dan secara kumulatif 150 menit selama lima hari dalam satu minggu.

Berdasarkan kelompok umur, kurang aktivitas fisik paling tinggi  terdapat pada kelompok 75 tahun ke atas (76,0%) dan umur 10-14 tahun (66,9%). Selain usia, ternyata faktor risiko jenis kelamin juga berperan. Kurang aktivitas fisik padaperempuan (54,5%) lebih tinggi dibanding laki-laki (41,4%). Sedangkan berdasarkan tingkat pendidikan, semakin tinggi pendidikan ternyata semakin tinggi prevalensi kurang aktifitas fisik. Kemudian, secara umum penduduk perkotaan memperlihatkan angka prevalensi kurang aktivitas fisik (57,6%) lebih tinggi dibandingkan penduduk yang tinggal di pedesaan (42,4%). Hal lain yang teranalisis adalah semakin tinggi tingkat pengeluaran per kapita per bulan maka semakin meningkat prevalensi kurang aktivitas fisik.

Maka,Penyakit jantung bukanlah penyakit yang dapat dipandang sebelah mata. Ayo, kita bergerak dan bertindak untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian akibat penyakit jantung di Indonesia!

Sumber:

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Hasil Laporan Riset Kesehatan Dasar – RISKESDAS, 2007.

Beltrame JF, Dreyer R, Tavella R. Epidemiology of Coronary Artery Disease.

Whelton PK. Epidemiology and the Prevention of Hypertension. J Clin Hypertens 6 (11):636-642, 20

Melansir Mayo Clinic, terdapat berbagai jenis penyakit jantung antara lain penyakit jantung koroner, aritmia, sampai penyakit jantung bawaan. Jika Anda tidak yakin, dengan kondisi kesehatan organ vital, segera periksakan diri ke dokter. Terutama jika Anda punya faktor risiko penyakit jantung, antara lain: Berusia lebih dari 60 tahun Punya berat badan berlebih Memiliki riwayat diabetes Punya penyakit kolesterol tinggi Memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi   Jenis, gejala penyakit jantung bisa berbeda-beda, tergantung jenis penyakitnya. Ada yang menunjukkan ciri-ciri penyakit jantung yang khas. Tetapi, sebagian tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit jantung yang jelas. Namun, perlu diingat, tidak semua penyakit jantung menunjukkan gejala nyeri di sekitar dada. Ada juga gejala lainnya. Antara lain:

1. Rasa tidak nyaman di bagian dada Tanda penyakit jantung ini biasanya menunjukkan ada sumbatan di bagian arteri jantung. Rasa tidak nyaman ini bisa berupa nyeri, sesak, tekanan di bagian dada, sampai rasa seperti terbakar. Gejalanya bisa timbul dalam beberapa menit. Biasanya, tanda penyakit ini muncul saat Anda beristirahat atau melakukan aktivitas fisik yang berat. Jika rasa tidak nyaman hanya timbul sekali, Anda tak perlu khawatir. Tapi, jika gejalanya berulang dan tidak segera berlalu setelah beberapa menit, segera pergi ke dokter. Anda juga perlu tahu, wanita umumnya mengidap penyakit jantung tanpa mengalami rasa tidak nyaman di bagian dada.

2. Mual, mulas, atau sakit perut Beberapa wanita kerap mual saat mengalami gangguan jantung. Tentu saja, tidak semua mual, sakit perut, atau rasa terbakar di bagian perut (heartburn) merupakan tanda sakit jantung. Namun, Anda perlu waspada. Beberapa gangguan kesehatan sederhana ini juga ciri-ciri penyakit jantung.

3. Nyeri yang menyebar sampai ke lengan Gejala penyakit jantung yang umum lainnya adalah nyeri dari dada yang menjalar ke sisi tubuh bagian kiri. Beberapa penderita penyakit jantung mengeluhkan sakit di dada sebelah kiri, lalu nyerinya menjalar sampai ke lengan sebelah kiri, hingga merasakan sakit lengan.

4. Pusing atau pingsan Banyak hal yang dapat memicu tubuh kehilangan keseimbangan atau pingsan. Bisa karena tubuh kurang asupan, berdiri terlalu lama. Tetapi, segera ke dokter jika Anda merasa tubuh tiba-tiba tidak stabil disertai rasa tidak nyaman di bagian dada. Bisa jadi tekanan darah Anda turun karena jantung tidak dapat memompa darah seperti seharusnya.

5. Sakit di tenggorokan atau rahang Banyak orang mengira sakit di tenggorokan atau rahang tidak ada hubungannya dengan jantung. Beberapa menduga hal itu karena masalah otot kaku, pilek, atau sinus. Namun, jika Anda merasakan sakit di bagian dada lalu nyerinya menyebar ke tenggorokan atau rahang, bisa jadi itu tanda serangan jantung.

 

6. Gampang lelah Jika Anda mudah lelah padahal tidak habis berolahraga, beraktivitas fisik, atau melakukan pekerjaan berat, coba berkonsultasi ke dokter. Beberapa penderita penyakit jantung merasakan gejala mudah lelah tanpa sebab yang jelas. Terkadang rasa lelah timbuh selama berhari-hari. Tanda penyakit jantung seperti ini umumnya dialami wanita.

7. Mendengkur Mendengkur saat kelelahan atau tidur sejenak umumnya wajar. Anda patut waspada saat volume dengkuran terdengar keras, dan disertai tersedak atau megap-megap. Hal itu menjadi tanda sleep apnea. Gangguan tidur yang membuat Anda berhenti bernapas selama beberapa saat di malam hari ini, menyebabkan tekanan pada jantung.

8. Berkeringat dingin Ciri-ciri penyakit jantung lainnya adalah munculnya keringat dingin tanpa alasan yang jelas. Jika Anda mengeluarkan keringat dingin disertai nyeri di bagian dada atau gejala lainnya, Anda patut waspada.

9. Batuk tak kunjung sembuh Batuk memang menjadi penyakit yang umum menyerang saat kondisi daya tahan tubuh lemah. Namun, perhatikan saat batuk Anda berlangsung dalam jangka waktu yang lama, dan menghasilkan riak berwarna putih atau merah muda. Bisa jadi hal itu tanda gagal jantung. Kondisi tersebut terjadi saat jantung tidak dapat bekerja, sehingga darah bocor dan kembali ke paru-paru.

10. Betis, telapak, pergelangan kaki bengkak Kondisi bengkak di kaki bisa menjadi tanda, jantung tidak dapat memompa darah dengan lancar. Ketika jantung tidak bisa memompa cukup cepat, darah kembali di pembuluh darah dan menyebabkan bengkak. Gagal jantung juga dapat mempersulit ginjal untuk mengeluarkan lebih banyak air dan natrium dari tubuh, yang dapat menyebabkan bengkak di sejumlah bagian tubuh.

11. Detak jantung tidak teratur Jantung Anda normalnya akan berdegup kencang saat gugup, bersemangat, bekerja keras, kurang tidur, atau kebanyakan kafein. Tetapi, jika Anda kerap merasa jantung berdetak lebih cepat tanpa sebab, beri tahu dokter yang menangani Anda. Bisa jadi detak jantung tidak teratur tersebut disebabkan gangguan di organ jantung.

Sakit dada yang seringkali disadari sebagai gejala penyakit jantung seringkali tak disadari pada penderita diabetes karena kerap mengalami kerancuan organ perasa. Umumya penderita diabetes dengan penyakit jantung hanya akan mengeluh bahwa dirinya mudah lelah bahkan napas pendek meski hanya berjalan 30 meter. Hal ini yang menyebabkan penderita diabetes sering tak sadar kalau dia punya penyakit jantung.

Pelupa seringkali diasosiasikan dengan pikun. Padahal bisa jadi sering lupa ini jadi tanda awal penyakit jantung. Penyempitan jantung bisa menyebabkan gangguan irama jantung yang juga mempengaruhi aliran darah ke berbagai organ. Meski hanya sesaat dan kerap kali tidak disadari gangguan irama jantung ini mempengaruhi suplai darah ke jantung dan otak. Pembuluh darah menonjol di leher. Hal ini terjadi karena jantung bekerja lebih keras sehingga menyebabkan pembengkakan di leher.

Kontak Kami

Hirudo Clinic

Phone

021-2907 1002 / 3

0816 786 055

0811  886 055

Email

infohirudo@gmail.com

lokasi

Mall Seasons City Ruko B12

Jl. Jembatan Besi 33  Latumenten, Jakarta Barat, DKI. Indonesia. 11320

Senin – Sabtu

09:00 – 14.00 WIB

Hari Libur & Minggu

TUTUP